Hati ini kosong, jiwa ini hampa padahal semua sudah dimiliki. Bukan kehidupan seperti ini yang saya inginkan. Yang saya dapat semua ini adalah kehidupan semu karena tetap ada yang kurang.
Logika dimatikan karena sudah letih dan hati dihidupkan, terlihat apa yang saya butuhkan dalam kehidupan ini yaitu "ketenangan jiwa".
"Sehebat apapun manusia, jiwanya tetap butuh TUHAN karena TUHAN sudah menanamkan perasaan akan kehadiran NYA didalam hati setiap manusia walau kita tidak mengakuinya".
Apakah saya sudah mencapai titik tersebut, karena bagaimanapun saya berusaha untuk tidak mengakuinya, dan hati ini semakin memberontak, tapi terkadang logika berperan untuk menutupnya.
Ini saya dapatkan setelah mengalami berbagai macam proses mencari TUHAN, karena ternyata saya yang butuh TUHAN.
Saya tidak perlu jauh-jauh mencari TUHAN karena dia selalu dekat didalam diri kita tapi terkadang kita tidak mengakuinya.
Semoga belum terlambat.